Nasionalisme yang tergadaikan
Setiap kali melihat keadaan bangsa ini, ada perasaan sakit jauh dalam hatiku. Kecewa, atau apa…sulit untuk menggambarkannya. Jika selama ini orang melihatku sebagai warga yang tak lagi mencintai bangsa, maka sebenarnya tidak seperti itu. Tapi ada satu hal yang bersarang dalam pikiranku… masih tersiosakah nasionalisme dalam diriku? Analoginya ketika lebih sering aku mencaci keadaan bangsa, lebih sering aku memperbandingkannya dengan bangsa lain. Kekuatan mereka yang tak dimiliki bangsa kita. Kesejahteraan yang tak ada di sini. Keberbudayaan yang mulai hangus dari tanah kita…..semua ini justru membuatku terisak kecil. Masih mampukah kita bertahan dan membangun kerapuhan bangsa ini??? Sebuah ironi!
Jika suatu kali ada pertanyaan, apa yang membuatku bangga dengan bangsa ini, aku lebih dalam berfikir apa dosa kita hingga tak ada sesuatu yang layak dibanggakan. Kalaupun akhirnya kusimpulkan lebih baik menjual bangsa ini, aku lebih rela jika hak-hak kita tidak turut terjual. Kalupun saat ini aku melihat orang yang berjuang atas nama bangsa, maka manakah sebenarnya yang layak diatasnamakan?mereka justru menghinakan bangsa.
Semua inilah yang membuatku ragu, apakah tak ada lagi nasionalisme yang layak kudengungkan!!!
Bukan!bukan untuk bangsa ini dan bukan untuk mempertahankan rasa nasionalisme….tapai sesuatu yang merupakan jawaban atas semua perasaan itu! Atas kecewa, atas hilangnya kebanggaan, atas sakit yang menyesakkan.
Nafas Islam! Ketika negara satu pun tak bisa dibangggakan, terlebih ketika negara nafas penentu kehidupan ini…lalu, apakah layak untuk mempertanyakan sebuah nasionalisme, mempertahankan, dan memupuknya. Untuk apa?
Aku bisa menjadi para heroik pembela negara, jika memang negara layaknya tanah Omar Muhktar. Aku masih mencintai bangsa jika memang cinta kepada sebenar cinta selalu dikumandangkan.
Siapa sebenarnya musuh kita? Musuh kita adalah rakyat kita sendiri. Rakyat yang mengatasnamakan bangsa yang berjuang demi hedonisme, yang berjuang untuk keragaan….
Apa arti sebuah nation jika justru d tanah ini kita dipersengketakan. Apa arti kecintaan terhadap bangsa jika memang tak layak lagi dicinta?
Aku terlihat seperti putus asa mengambil jalan termudah dengan menjual bangsa. Tapi memikirkan apa yang layak dilakukan untuk bangsa ini aku merasa sangat kecil. Bukan karena kemampuan, tapi aku belum bisa, bahkan untuk sekedar memikirkan bagaimana menghadapi pemikiran ala Indonesia rakyat kita?
Hm….butuh banyak orang memang! Dan banyak orang sepertiku yang hanya bisa menulisnya tanpa berbuat apapun. (Tapi, bagiku aku lebih menghargai ini dariupada mereka yang tak sempat, bahkan tak terlintas sedikit pun untuk memperbaiki keadaan ini).
Apa yang harus dilakukan untuk bangsa ini? Apa yang harus kuperbuat? Idealis!!! Karena nantinya kita akan memikirkan perut masing-masing. Tapi bagiku…bagaimana perutku dan keluargaku tetap terhindar dari lapar, sembari berbuat agar yang lain tak lapar. Tuhan, berilah kemudahan untuk itu.
Kembali pada nasionalisme dan lapar. Ketika kemarin aku sempat membaca rencana ekspansi Ford di Indonesia yang akan menyerap 5475 pekerja… hal yang bagus untuk kita bukan/ bayangkan sekitar 5000 pengangguran Indonesia akan bekerja di perusahaan ini. Tapi, apakah pantas??seperti menjadi pelayan di negara sendiri.
Lalu bagaimana? Belum lagi jika berfikir bahwa untuk kedepannya kita akan terjebak dalam kapitalisme besar-besaran. Huh!! Memuakkan sekaligus bikin pusing. Kalau seperti ini, berarti benar mereka, rakyat kita yang tak pernah ambil pusing terhadap nasib bangsa!
Mau nasionalisme yang tergadaikan, ataukah rasa kebangsaan atau justru nafas-nafas Islam yang tergadaikan….mereka nggak mau tahu. Akura Matata!!! Yang penting bukan barang-barang miliknya yang tergadaikan! How safety!!!
this post was written by ~ Lovely Ran’s ~
sweetest sister of popppota
8 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- July 2008 (2)
- June 2008 (1)
- May 2008 (2)
- April 2008 (1)
- March 2008 (2)
- February 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


berat postingnya gemyong..
tapi keren banget!!!
Vivat SI…
Vivat…….
hehe..
poppo keren…

perlu dipertanyakan…hehehe
kamu begitu mencintai indonesia ya? aku terharu… tapi yang keren tuh poppo apa lovely ran ya?
Aduh Bu! Jadi terharu… KWNnya bu Windi ya? Kalau Bu Prapti pasti sudah dikasih A++
nak,,kamu benar2 berjiwa nasionalis,,tapi maaf,,gue gk kuat baca na…
otak udah kram duluan…
hak hak hak hak..
Selamat..Anda lulus jadi dosen KWN SI
KU…KU….RRRR
KU…KU..RA…NGGGGGGG
KURRRANGGGGGG AJJJJARRRRRRRR!!!!!!!!
q kok jd gaptek yah?