10
Jul

tEnTAng DiA

ku terdiam, dan tersadar

dalam hidupku ada dia

dia, yang tercinta dan kutinggalkan

dia, yang kucari untuk kulupakan

dia, yang selalu ada untukku dan tak kuhiraukan

dia, yang menjadi milikku namun kuingkarkan

dia, yang akan selalu mendengarkan lalu kucampakkan

dia, yang kukejar dan kulepaskan

dia, yang selalu ada di sana

seolah menungguku, kembali pada

dia!!!

07
Jul

sedikit coretan

terkapar

dalam ketidak berdayaan melawan arus…

terjebak

dalam keterbatasan dimensi

terkungkung

dalam dunia yang asing

segala yang tak kukenali

bahkan diri ini…

14
Jun

(not) just a nitemare

gelap…

tiba - tiba aku terjatuh di tempat yang tampak begitu asing,,hanya ada gelap yang menyelimuti di samping bayangan - bayangan samar bangunan tua yang tertangkap mataku. Aku berusaha bangun, memicingkan mata dan mencoba mengenali sekelilingku.

setelah membiasakan mata dengan keadaan yang gelap, aku bisa melihat gundukan tanah, dan tumpukan kayu yang tertelantarkan, meskipun tetap saja aku tak tahu tempat apa ini. Angin dingin bertiup pelan cukup membuat bulu kudukku meremang.

Tiba-tiba, entah bagaimana, aku merasakan tekanan dan perasaan panik menjalar dalam tubuhku. aku berlari, cukup jauh menuju kegelapan yang sepertinya tak berujung. hingga aakhirnya aku terduduk, terengah dan dalam kepanikan yang semakin bertambah. kemudian dalam detakan waktu yang lain, aku merasakan sesuatu yang muncul di belakang punggungku, kupalingkan wajahku dan aku melihatnya…

sesosok tubuh tinggi besar berdiri di hadapanku. dengan adanya gelap yang begitu pekat, aku tak dapat melihat dengan jelas wajah si pemilik tubuh itu, namun satu hal yang kuyakin… dia bukan bradd pitt. lebih tepat jika dikatakan dia adalah hulk, tapi tentu bukan, hulk cuma certa film…

siapapun dia, tidak kurasakan aura persahabatan, hingga kuputuskan untuk berlari. dan akupun terus berlari, hingga kubuka mataku, sedikit terengah dan kebingungan, kutemukan diriku di atas tempat tidur, berjuang untuk berlati, menggerakkan tubuhku, tapi kulihat jemariku terkulai di sampingku sementara kakiku terasa berat….

Itu kejadian beberapa hari lalu, nitemare yang diikuti sebuah fenomena yang disebut tindihan, tindien, dll. Akhirnya, setelah hanya mendengar cerita orang, aku mengalaminya untuk pertama kali dalam hidupku (ini ngomongnya pake ekspresi seneng lho,, bukan syok atau takut). Suer, it’s an amazing experience… :p merupakan sebuah keunikan, ketika kita berjuang untuk menggerakkan tubuh kita, tapi si kaki dan tangan malah mematung, membiarkan kita gemes sama diri sendiri…

waah, pas itu, ketika detik H kejadian, perasaan gue dipenuhi kekaguman yang luar biasa. pasalnya, beberapa hari terakhir sempet ngomongin masalah tindihan sama temen2… and imagine how it feels. ternyata feel great, keren, ngga kalah seru sama naek roller coaster :p (mana gratis lagi). dan di antara proses tindihan itu, gue bener-bener mikir,”man!akhirnya kualami juga fenomena tindihan ini… waaaahhh keeereeennn”

Paginya, setelah peristiwa
tindihan yang bersejarah itu, aku cerita sama my truly luvly (s****y) sister. dan dia ngaku udah sering ngalamin yangnnamanya tindihan (sedikit kecewa, karena ga bisa pamer *-*). pas cerita sama si ina juga, dia bilang pernah tindihan… terus kita cerita-cerita deh soal si tindihan…

katanya,, tindihan itu terjadi karena adanya ’sesuatu’ yang lagi menindih tubuh kita (haaa, dikira kita kloset kale.. pake nongkrong di badan orang seenaknya). dan banyak cerita yang katanya pas tindihan si korban melihat sosok-sosok gaib (yang kayak di pilm2horor ntu) di sekitarnya. gue sih bersyukur banget cuman mimpi dikejar mas brad pitt dengan tampang hulk terkontaminasi buto ijo (hehe.. bo’ong tuh, benernya ga da baradd pitt sama sekali…),, bayangkan aja (bayangkan! wajib dibayangkan…) kalo tiba-tiba nongol mr.”p” (itu tuh.. hantu yang sekarang uda jadi seleb gara2 pilmnya yang ada ringgo ma mba’ sapa gitu, tau kan? masa’ gitu aja ga tau.. makanya, nonton buser dunk…) pasti gue ngga cuman tindihan, tapi langsung asli pingsan dan akan bangun dengan kondisi kejiwaan yang semakin labil

lalu, karena penasaran (baca:ga’ da kerjaan-pop) akhirnya kutanyakan pada Oom Google perihal tindihan ini (si Oom satu ini emang jenius, selalu ngasi jawaban dari mulai soal caranya remastering (arrggghhh) sampe soal ga jelas sejenis tindihan). dan…kutemukan beberapa informasi tentang tindihan ini. termasuk juga curhatnya orang - orang yang mengalami tindihan (hehehe… gue baru tau kalo tindihan itu bukan hal istimewa yang perlu dibanggakan…)

dan untungnya, gue menemukan penjelasan yang logis soal si tindihan ini… (pasalnya, gue termasuk orang - orang yang sedikit tidak bisa menerima hal-hal yang ‘ajaib2′,,well gue percaya tapi banyak yang terlalu ngga masuk akal untuk diterima …)

hal yang pertama kutemukan adalah bahwa fenomena tindihan juga dikenal di luar negeri. di Spanyol, tndihan dikenal dengan sebutan pesadilla, sementara di jepang tindihan disebut kanashibari. Dan semua istilah itu punya makna filosofis yang sama, yaitu artinya ditekan, ditindih, dihimpit, dipake nongkrong, dsb.

lalu, penjelasan logisnya adalah, tindihan merupakan fenomena yang secara ilmiah disebut isolated sleep paralysis ato ISP (kalo diterjemahin “lumpuh pas tidur”, mungkin begitu). ISP ini terjadi pada tahap REM (rapid eye movement, salah satu tahap memasuki tidur beneran). ISP ini terjadi biasanya pada orang-orang yang sedang mengalami stres, kelelahan fisik dan kurang tidur. berdasarkan penelitiannya Al Cheyne dari University of Waterloo, orang yang mengalami ISP biasanya orang yang tidur dalam posisi telentang. Pas baca ini, gue langsung kepikiran, subhanallah keren! mungkin ini salah satu alasan kenapa Rasul itu menganjurkan untuk tidur miring ke kanan..

hmm… logis dan masuk akal. bener juga tuh, pasalnya, pengalaman petama gue tindiha itu terjadi pas gue tidur jam empat pagi setelah delapan jam sebelumnya bergelut dengan tugas-tugas kuliah yang mengerikan plus paginya gue harus ujian kalkulus II yang rasanya lebih mengerikan daripada tindihan (hohoho..). so, ngga heran banget kalo gue ngalamin tindihan, semua syarat uda gue penuhi:stres, lelah fisik (juga mental) dan dihantui monster integral. that’s complicated, huh?

18
May

Nasionalisme yang tergadaikan

Setiap kali melihat keadaan bangsa ini, ada perasaan sakit jauh dalam hatiku. Kecewa, atau apa…sulit untuk menggambarkannya. Jika selama ini orang melihatku sebagai warga yang tak lagi mencintai bangsa, maka sebenarnya tidak seperti itu. Tapi ada satu hal yang bersarang dalam pikiranku… masih tersiosakah nasionalisme dalam diriku? Analoginya ketika lebih sering aku mencaci keadaan bangsa, lebih sering aku memperbandingkannya dengan bangsa lain. Kekuatan mereka yang tak dimiliki bangsa kita. Kesejahteraan yang tak ada di sini. Keberbudayaan yang mulai hangus dari tanah kita…..semua ini justru membuatku terisak kecil. Masih mampukah kita bertahan dan membangun kerapuhan bangsa ini??? Sebuah ironi!

Jika suatu kali ada pertanyaan, apa yang membuatku bangga dengan bangsa ini, aku lebih dalam berfikir apa dosa kita hingga tak ada sesuatu yang layak dibanggakan. Kalaupun akhirnya kusimpulkan lebih baik menjual bangsa ini, aku lebih rela jika hak-hak kita tidak turut terjual. Kalupun saat ini aku melihat orang yang berjuang atas nama bangsa, maka manakah sebenarnya yang layak diatasnamakan?mereka justru menghinakan bangsa.

Semua inilah yang membuatku ragu, apakah tak ada lagi nasionalisme yang layak kudengungkan!!!

Bukan!bukan untuk bangsa ini dan bukan untuk mempertahankan rasa nasionalisme….tapai sesuatu yang merupakan jawaban atas semua perasaan itu! Atas kecewa, atas hilangnya kebanggaan, atas sakit yang menyesakkan.

Nafas Islam! Ketika negara satu pun tak bisa dibangggakan, terlebih ketika negara nafas penentu kehidupan ini…lalu, apakah layak untuk mempertanyakan sebuah nasionalisme, mempertahankan, dan memupuknya. Untuk apa?

Aku bisa menjadi para heroik pembela negara, jika memang negara layaknya tanah Omar Muhktar. Aku masih mencintai bangsa jika memang cinta kepada sebenar cinta selalu dikumandangkan.

Siapa sebenarnya musuh kita? Musuh kita adalah rakyat kita sendiri. Rakyat yang mengatasnamakan bangsa yang berjuang demi hedonisme, yang berjuang untuk keragaan….

Apa arti sebuah nation jika justru d tanah ini kita dipersengketakan. Apa arti kecintaan terhadap bangsa jika memang tak layak lagi dicinta?

Aku terlihat seperti putus asa mengambil jalan termudah dengan menjual bangsa. Tapi memikirkan apa yang layak dilakukan untuk bangsa ini aku merasa sangat kecil. Bukan karena kemampuan, tapi aku belum bisa, bahkan untuk sekedar memikirkan bagaimana menghadapi pemikiran ala Indonesia rakyat kita?

Hm….butuh banyak orang memang! Dan banyak orang sepertiku yang hanya bisa menulisnya tanpa berbuat apapun. (Tapi, bagiku aku lebih menghargai ini dariupada mereka yang tak sempat, bahkan tak terlintas sedikit pun untuk memperbaiki keadaan ini).

Apa yang harus dilakukan untuk bangsa ini? Apa yang harus kuperbuat? Idealis!!! Karena nantinya kita akan memikirkan perut masing-masing. Tapi bagiku…bagaimana perutku dan keluargaku tetap terhindar dari lapar, sembari berbuat agar yang lain tak lapar. Tuhan, berilah kemudahan untuk itu.

Kembali pada nasionalisme dan lapar. Ketika kemarin aku sempat membaca rencana ekspansi Ford di Indonesia yang akan menyerap 5475 pekerja… hal yang bagus untuk kita bukan/ bayangkan sekitar 5000 pengangguran Indonesia akan bekerja di perusahaan ini. Tapi, apakah pantas??seperti menjadi pelayan di negara sendiri.

Lalu bagaimana? Belum lagi jika berfikir bahwa untuk kedepannya kita akan terjebak dalam kapitalisme besar-besaran. Huh!! Memuakkan sekaligus bikin pusing. Kalau seperti ini, berarti benar mereka, rakyat kita yang tak pernah ambil pusing terhadap nasib bangsa!

Mau nasionalisme yang tergadaikan, ataukah rasa kebangsaan atau justru nafas-nafas Islam yang tergadaikan….mereka nggak mau tahu. Akura Matata!!! Yang penting bukan barang-barang miliknya yang tergadaikan! How safety!!!

this post was written by ~ Lovely Ran’s ~

sweetest sister of popppota

14
May

Infrmation Technology Training time (IT3)

Woro -woro….

Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air…

Hadirilah,,, kunjungilah…bajirilah,,,, penuhilah…

Sebuah acara keren yang pasti bakal seru abiz berjudul IT3 alias Information Technology Training time…

IT3 ini adalah workshop keren yang diselenggarakan oleh KMSI (keluarga mahasiswa sistem informasi). Di sini kita bisa belajar bikin website yang kueren abiz pake Joomla (apakah joomla itu?? tanyakanlah pada Oom Google :p) dan juga bikin musik hanya dengan klik sana klik sini…

Keren kan? makanya ikutan…

Siapa aja bisa ikut di acara ini ko’… ga perlu kudu ngerti IT,, pokoknya yang penting punya motivasi tinggi, semangat belajar, berpenampilan menarik dan punya kendaraan sendiri (weheheh… lowongan kerja kale… ^_*)

Nah, acara IT3 ini bakal dilaksanakan dalam dua hari yang berbeda, yaitu:

  • WORKSHOP MEMBUAT WEBSITE DENGAN MENGGUNAKAN JOOMLA

    Hari/tanggal : Sabtu/ 24 Mei 2008
    HTM: Rp. 60.000,00
    Pemateri : Adrian Tarigan (Ketua ID- Joomla Indonesia)
    Tempat : Laboratorium Pemrograman Sistem Informasi - ITS
    CP : Taurisa Wijaya no.HP 085746070877

  • WORKSHOP MEMBUAT MUSIK ASYIK DENGAN “KLIK”

    Hari/tanggal : Sabtu/ 31 Mei 2008
    HTM : Rp. 30.000,00
    Pemateri : DMU (Digital Music University)
    Tempat : Laboratorium Pemrograman Sistem Informasi - ITS
    CP : Anggoro no hp, 085645814458

So guys… buruan kontak cp yang tertera di atas n join us in IT 3

12
Apr

after struggle…

-A week ago…-

“Hya… gila! waktu berjalan begitu cepatnya… (dengan kecepatan cahaya yang berapa kali berapa kilometer per detik itu)”

“Rasanya baru kemaren melihat ip pertamaku, sekarang harus mulai berdarah-darah nyiapin UTS!!! Semester2 uda nyampe tengah dan (hiperbola dikit) dalam sekejap mata pasti uas bakal datang menyongsong T-T…”

“Kya…kya…” Tiada lagi hal laen yang bisa kulakukan selaen bingung-bingung ga jelas layaknya kakek-kakek kebakaran jenggot (heran de,, ko’ bisa2nya orang2 bikin perumpamaan kayak gini,, emang kakek bego mana yang bakal kebakaran jenggotnya… lagian kalo kebakaran jenggot, belom sempat bingung tu orang pasti uda mateng duluan… -^_^-)

‘hari pertama…

Ujian alpro yang begitu indah kupersiapkan dengan nonton dorama (hik,, lumayan menyayat hati…) dan maen maen ke kamar sebelah,, dan anehnya otakku malah sibuk memikirkan kalkulus II ku … Akhirnya… setelah baca2 ulang program2 hasil karyaku dan baca sedikit referensi dari buku java, kusambut soal ujian dengan mata terbelalak…

Uoohh…seperti yang telah kuprediksikan sang dosen membuat soal yang berhubungan dengan sesuatu berjudul method (yang sampe setelah uts tak bisa kupahami dengan baek dan benar =_= ;) Akhirnya, dengan sedikit imajinasi, kuselesaikan seluruh soal alpro dan selesailah hari pertamaku…

‘2nd day

Kalkulus II plus pengantar manajemen!!! Dengan tekad bulat kuputuskan untuk belajar kalkulus buat UTS dengan sungguh sungguh,, meskipun harus mengorbankan segenap jiwa dan ragaku… mengingat hasil quiz pertama yang… saking indahnya tidak layak disebutkan di depan khalayak ramai…

Namun apalah daya,,, setiap kali kubuka bku kalkulus dan kutemukan si cacing ingral,, otakku langsung ter-shutdown dan mataku reflek terpejam,, terkapar tak sadarkan diri hingga malam menjelang…

Dengan bekal keberuntungan dan sedikit baca soal taon kemaren,, aku berangkat menuju kelas kalkulus, datang sedikit telat dan menemukan soal2 yang cukup menguras energi… But I can’t expect anymore better.. bisa nyelesaiin dua soal hingga ketemu jawaban (yang meragukan) uda cukup membuatku bangga akan kemahiranku menemukan… ‘cara baru menyelesaikan matematika (entah berapa rumus baru yang dengan pedenya kutuliskan dalam lembar jawabanku,, semoga yang ngoreksi ngga ketawa ngeliatnya…)

Well, I’ve finished it and went out the class with a big hope that I can pass this stuff (kalo ntar keluarnya A,, aku pasti bakal syukuran… syukur…. syukur…..)

Karena sorenya kudu ikut ujian Pengamen (Pengantar Manajemen-pop), setelah berjuang bikin rumus baru buat kalkulus, berlarilah diriku menuju kosan untuk bikin catetan pengamen (ujiannya open catetan…)

Dalam waktu 4jam-an nyalin slide yang dikasi si bapak dosen , menghasilkan catetan yang penuh teka teki dan jemari yang membengkak…

Berangkat ke kampus dengan tertatih-tatih dan sekali lagi memperbudak jari jemari untuk nulis jawaban yang… wow! dua lembar folio bolak balik (huehe itu jawaban yang kudapatkan dari hasil menterjemahkan catetan.. dan -lagi lagi- menciptakan teori2 baru..) Meskipun begitu ada satu soal yang terlewatkan, dan bagian paling indah adalah… soal itu seharga 30! (Well, say gudbye for the A…)

hari ke-3,4,5,6,7….

Hari2 ujian selanjutnya kulewati without any sacrifice (nulisnya bener ga ye…),, pasalnya dua hari pertama telah merenggut 70% jiwaku hingga diri ini tiada sanggup lagi untuk membaca buku dengan baik dan benar (tapi ajaibnya masih sempet nge-net - yang tujuan awalnya nyari materi uts tapi berakhir dengan bersenang-senang +.+” dan ngopi dorama, lagi)

-d present…-

Well, finally segalanya (belum) berakhir…. uts telah telalui, akan tetapi tugas2 dan praktikum dengan sopannya muncul di depan hidungku… seakan tidak bisa melihatku hidup dengan tenang, mereka menggentayangiku dan masu ke dalam kehidupanku,, mengganggu waktu2 tidurku yang berharga, tidak mengijinkanku untuk bengong dan merampas waktuku untuk bersenang senang =^_^=….
Ah… sebelumnya kembali dalam kehidupan penuh tugas,, lebih baik menyenangkan diri sendiri… maen, nonton, baca komik, ngenet,bobo’… Wakakak…

“Semoga… usaha2 yang telah kulakukan untuk utsku dapat memberikan hasil yang terbaik… (seperti kata teori ekonomi… usaha minimum untuk hasil yang maksimum ;p)”

29
Mar

untitled_

Untitled_being a no named star…

Perlahan sang surya tergelincir jatuh di ufuk Barat, melanjutkan tugas mulianya menyinari permukaan bola besar tempat umat manusia menghabiskan hidupnya.

Lampu-lampu jalan raya satu per satu berpendar mencoba memberi sedikit cahaya bagi lalu lalang kendaraan dan orang-orang yang terus berjalan. Kehidupan terus berlanjut tak pedulikan rembulan yang menyembul di balik gedung-gedung tinggi. Ditemani hanya sedikit kerlip bintang yang samar-samar berkelip dan menghilang. Tertelan cahaya-cahaya buatan manusia yang mencoba menjadikan tiap saat benderang.

Di sudut jalan yang menikung, di pinggir trotoar yang membatasi area beraspal yang bagai tak pernah habis mobil berjalan di atasnya, tampak sebuah siluet dilatari tembok tinggi sebuah bangunan megah. Terduduk di tempat yang lebih gelap dan tak tampak mencolok, tangannya merangkul kedua lututnya sambil kepalanya bersandar di atasnya. Bocah kecil dengan pakaian kumal, rambut kusut yang dipotong asal-asalan serta kulit cokelat yang semakin gelap terbakar ganasnya matahari tropis.

Entah apa yang dilakukannya seorang diri, terpisah dari gerombolannya yang biasa. Dengan siapa dia biasa menghabiskan hari-harinya di bawah siraman ultraviolet, menentang debu dan asap kendaraan. Berlari-lari kecil dari satu mobil ke mobil lain, menjemput lampu merah di perempatan jalan. Terkadang dijajakannya koran-koran, atau ditawarkannya jasa untuk membersihkan kaca mobil yang sebetulnya tak perlu lagi dibersihkan, dan tak jarang hanya dibukanya telapak tangan mengharap selembar dua lembar ribuan meluncur dari jendela mobil yang tertutup rapat.

Wajah itu kini mendongak, menatap hitamnya langit yang membuatnya bagai sebuah lubang hitam yang siap menelannya kapanpun dia lengah. Begitu marah, matanya menyala, seakan ada kekuatan tersembunyi di balik tubuh ringkih itu. Namun dalam sekejap wajah itu melunak, bahkan menyiratkan kesedihan yang mendalam. Lalu tampak kemilau di sudut matanya, butir bening yang bercahaya ditimpa lampu yang remang itu, perlahan bergulir, membasahi wajah yang tertutup debu.

Ingin dia berteriak, meraung sejadi-jadinya, berlari sejauh mungkin, berkata sebanyak mungkin pada orang-orang itu, yang lalu lalang di jalan. Pada orang-orang itu, yang tiap hari dilihatnya duduk nyaman dalam belain udara Air Conditioner sementara dia terbatuk karena asap yang ditinggalkan kotak besi beroda itu.

Ingin di bilang, betapa tidak inginnya dia berdiri di sana, memaksa orang-orang kasihan kepadanya. Tak ingin dia di sana, di antara mobil-mobil yang berjubel di jalan raya. Tak ingin dia di sana, menjadi benalu bagi negeri tempat dia dilahirkan.

Ingin dia bilang pada semua, betapa dia ingin menjadi seseorang bagi negerinya, ingin dia bilang pada semua, betapa tak ingin dia rusak bangsa ini.

Namun siapakah dia? Hingga orang akan mendengarkan. Siapakah dia hingga orang akan peduli. Dialah si bukan siapa-siapa itu, dialah si bocah tak bernama. Terjebak bersama orang-orang yang hanya peduli nama.

Langit semakin pekat, seakan menyedot mobil-mobil yang tadi memenuhi jalan. Hanya tersisa satu dua mobil menembus hening dan gemerisik pohon.

Rembulan masih berpendar di atas sana. Sekilas, meski hanya sekilas, satu bintang berkelip. Menunjukkan eksistensinya di angkasa sana. Sebuah bintang tak bernama, yang redup cahayanya, namun turut serta dalam festival langit malam. Menjadi bagian dari keindahan malam.

Dan bahkan sebuah bintang tak bernama pun tetap memancarkan cahayanya.

Dan bahkan sebuah bintang tak bercahayapun menjadi bagian darinya, lukisan langit malam.

29
Mar

suara suara

Di setiap detakan waktu, tersembunyi dalam pekat malam, berbaur dalam keheningan pagi dan terselubung di antara riuh rendah tiap hari, ada suara-suara yang begitu dekat namun teramat jauh untuk dijangkau. Suara-suara yang menggema, menggerecoki menenangkan, memberi kehangatan. Suara-suara yang selalu kita dengar, dengan atau tanpa sadar.

Ah, suara-suara itu. Begitu mengganggu di telingaku. Suara-suara yang tak dapat kuhentikan, seakan memiliki kuasanya sendiri untuk terus mengendap di otakku, mengiang di telingaku selayaknya segerombol lebah yang terbang dan berdengung.

Aku mengenali suara-suara itu, suara-suara yang selalu sama kudengar sejak entah kapan aku mampou mengingatnya.

Suara-suara yang sama, selalu suara itu, yang bertahun lalu mendengung di telingaku, mencegahku mengamuk memukul anak-anak berseragam putih merah, kawan-kawanku di tempat yang orang-orang sebut sekolah. Suara-suara yang memberikan rasa hangat, memberikan ketenangan, ketika kuterduduk di sudut kamar, mendengarkan teriakan-teriakan marah seorang pria yang kupanggil bapak ditingkahi isak tangis ibuku.

Aku tahu aku mendengar lagi suara-sura itu, seakan menemaniku ketika sendiri, kutinggalkan bangunan yang dulu kusebut rumah.

Suara-suara itu selalu ada. Di mana-mana. Di setiap tempat yang kukunjungi, di setiap waktu, di tengah keramain, dan di sudut kesenyapan malam.

Aku tahu suara-suara itu telah berteriak setiap kali aku berusaha mendapatkan uang, memnuhi segala kebuthanku. Suara-suara itu berusaha menghentikanku, ketika dengan gesitnya kuraih dompet orang-orang yang berlalu lalang di jalanan. Suara-suara itu juga terus menggerecokiku ketika pertama kali aku kutemukan sebuah kenikmatanm di dunia ini. Kenikmatan yang membawaku pergi dari segala keruwetan dunia. Membawaku melupakan tiap jengkal ingatan akan seorang bocah yang tertatih melawan satu kekejaman bertajuk kehidupan.

Suara-suara itu terus meraung, menjerit, atau entah apalagi, namun aku, seperti yang terdahulu, tak akan menggubrisnya. Dan aku pun terus mnusukkan jarum yang mengalirka cairan bening ke dalam pembuluhku, cairan yang membawaku terbang, tak terjangkau, bahkan oleh suara-suara itu.

Lalu aku tahu aku telah berhasil meloloskan diri dari cengkeraman suara-sura itu, dan berhasil menulikan diri darinya. Lama, tak perlu lagi ku dengar suara-suara itu.

Begitu lama hingga aku melupakannya. Hingga kini ku terbaring, di sudut kumuh sepi, tanpa seorang menyadari keberadaanku. Hingga kini ketika aku terperangkap dalam kesunyian, dan kegelapan beraroma maut yang memenjarakanku.

Gelap semakin pekat, juga menyesakkan, inikah yang kau rasakan sebelum kau hembuskan nafas terakhirmu? Inikah yang merka rasakan ketika maut menjemputmu? Atau hanya aku?

Sayup, di antara kepekatan yang menyiksaku. Kudengar isak, tangis suara yang begitu dekat, suara yang begitu kukenal.

Suara-suara itu kembali datang, seakan tak pernah meninggalkanku. Ah, ya. Dia tak pernah pergi, hanya saja telingaku terlalu tuli untuk mendengarnya, dan hatiku telah membatu untuk merasanya. Namun kini kudengar lagi, begitu jelas, dan keras. Begitu dekat hingga kuarasakan tubuhku melebur bersamanya. Seakan suara itu mengambil alih diriku, melumatku, bersama gelap yang pekat.

-d voice within-

jauh, di dalam diri kita, manusia, terdapat apa yang disebut nurani.

Bagian yang begitu halus, lembut, dan sering terlewatkan…

15
Feb

pop’s on blog

Setelah berkali kali maen maen dengan blog, semoga kali ini bisa serius ‘menghidupi’ blog ini…

Sudah dari dulu pengen blogging dengan baek dan benar, tapi karena dulu masih sibuk dengan kegiatan sekolah (emang sekarang pengangguran yah??, so jadi ga sempet deh…

Dan karena sekarang ‘nge-date’ sama kompie telah menjadi kegiatan rutin yang tak terhindarkan… maka di antara kesibukan browsing tugas - tugas yang bejibun jumlahnya, poppota sempatkan untuk menulis sedikit dua dikit kata kata..

Well, enjoy my blog then…